Untuk apa sebenarnya manusia berpolitik: kekuasaan atau kebaikan bersama?
Machiavelli melihat politik sebagai seni merebut dan mempertahankan kekuasaan. Seorang penguasa, menurutnya, terkadang harus bertindak keras atau licik demi menjaga negara tetap berdiri.
Di sisi lain, Aristoteles dan Al-Farabi memandang politik sebagai sarana mencapai kebahagiaan dan kebaikan bersama. Al-Farabi bahkan menggambarkan "kota utama" (al-madinah al-fadilah) yang dipimpin demi kebahagiaan warganya.
Pemantik: Bisakah kedua tujuan ini berjalan beriringan, atau salah satunya pasti mengalahkan yang lain dalam politik praktis?
- Apakah kekuasaan hanya alat yang netral, tergantung siapa yang memegangnya?
- Contoh nyata apa yang menunjukkan kekuasaan dipakai untuk kebaikan bersama, atau sebaliknya?
