Perlukah pemimpin menjadi teladan moral, atau cukup efektif bekerja?
Konfusius dan Plato menekankan bahwa pemimpin harus berbudi luhur dan menjadi teladan. Bagi Konfusius, rakyat akan mengikuti pemimpin yang benar, seperti rumput yang merunduk mengikuti arah angin. Plato membayangkan negara dipimpin oleh orang yang bijaksana.
Sementara itu, pandangan pragmatis menilai pemimpin terutama dari hasil kerjanya: jalan dibangun, ekonomi tumbuh, layanan publik membaik.
Pemantik: Apakah integritas pribadi dan kinerja bisa dipisahkan?
- Bolehkah kita memilih pemimpin yang berprestasi meski punya cacat moral?
- Apakah pemimpin yang jujur tetapi tidak efektif tetap layak dipilih?
- Mana yang seharusnya menjadi ukuran utama saat memilih pemimpin?
