Apakah politik ada karena manusia baik atau karena manusia jahat?
Thomas Hobbes berpendapat manusia pada dasarnya egois dan saling mengancam. Tanpa kekuasaan bersama, hidup akan menjadi "perang semua melawan semua", sehingga negara dibutuhkan untuk mengendalikan manusia.
Sebaliknya, Aristoteles memandang manusia sebagai zoon politikon, makhluk sosial yang secara alami hidup bersama. Bagi Aristoteles, politik adalah bagian wajar dari kehidupan manusia, bukan sekadar alat pengekang.
Pemantik: Pandangan mana yang lebih menjelaskan realitas politik saat ini?
- Apakah banyaknya aturan, aparat, dan sanksi menunjukkan bahwa Hobbes benar?
- Atau gotong royong, musyawarah warga, dan organisasi sukarela justru membuktikan pandangan Aristoteles?
- Mungkinkah keduanya benar pada saat yang berbeda?
